| Nama | Putu Agus Ardiana |
| Institusi | Universitas Udayana |
| Jabatan | Lektor Kepala |
| Bidang | Akuntansi, Sustainability Reporting |
| Pendidikan Terakhir | S3, Durham University |
Putu Agus Ardiana menjabat sebagai Lektor Kepala di Program Studi Pendidikan Profesi Akuntan Universitas Udayana. Riset-risetnya merentang dari sustainability reporting dan pengungkapan lingkungan hingga tata kelola perusahaan dan pencegahan korupsi. Peneliti ini juga dikenal atas pendekatannya yang menempatkan kearifan lokal Bali dalam kerangka riset akuntansi modern.
Riwayat Pendidikan
| Jenjang | Institusi | Gelar | Tahun Lulus |
|---|---|---|---|
| S1 | Universitas Udayana | Sarjana Ekonomi | 2004 |
| S2 | Universitas Udayana | Magister Manajemen | 2006 |
| S2 | The University of Adelaide | Master of Accounting | 2009 |
| S3 | Durham University | Ph.D. | 2022 |
Riset & Kontribusi
Sustainability Reporting dan Pengungkapan Lingkungan
Kluster terbesar dalam karya Putu Agus Ardiana adalah riset tentang sustainability reporting dan pengungkapan lingkungan perusahaan. Topik yang digarapnya mencakup pengungkapan emisi karbon hingga keanekaragaman hayati dan pengelolaan limbah.
Peneliti ini juga mengkaji apakah keterlibatan pemangku kepentingan dalam sustainability reporting benar-benar mencerminkan akuntabilitas perusahaan. Risetnya pada perusahaan besar Australia menemukan bahwa keterlibatan tersebut lebih banyak berfungsi sebagai strategi manajemen risiko reputasi daripada bentuk akuntabilitas yang substantif.
Pelembagaan Pelaporan Berkelanjutan di Indonesia
Ardiana juga meneliti bagaimana pelaporan keberlanjutan bergeser dari praktik sukarela menjadi kewajiban regulasi di Indonesia. Bersama tim peneliti, ia menganalisis peran berbagai aktor institusional dalam mendorong lahirnya regulasi POJK 51/2017. Riset ini dilakukan melalui wawancara mendalam dengan berbagai pihak mulai dari perusahaan dan regulator hingga LSM dan akademisi.
Tata Kelola, Korupsi, dan Filosofi Tri Hita Karana
Ardiana meneliti hubungan antara tata kelola perusahaan dan pencegahan korupsi melalui sudut pandang kearifan lokal Bali. Peneliti ini mengeksplorasi bagaimana filosofi Tri Hita Karana dapat berperan dalam menekan korupsi dalam kerangka akuntansi formal. Riset lain dalam kluster ini menyentuh sistem whistleblowing dan moralitas individu dalam pengelolaan keuangan desa.
Keuangan Korporasi
Di luar sustainability reporting, Ardiana juga mempublikasikan riset di bidang keuangan korporasi. Bersama koleganya, ia menguji teori dividen residual dan menemukan bahwa pengeluaran modal berpengaruh negatif terhadap pembayaran dividen perusahaan publik di Indonesia. Penelitian lain dalam kluster ini mencakup penghindaran pajak dan faktor-faktor yang memengaruhi kebijakan keuangan perusahaan.
Publikasi Terpilih
Stakeholder Engagement in Sustainability Reporting: Evidence of Reputation Risk Management in Large Australian Companies (2019)
Australian Accounting Review
Riset ini mengkaji apakah keterlibatan pemangku kepentingan dalam sustainability reporting oleh perusahaan besar Australia merupakan bagian dari strategi manajemen risiko reputasi.
Stakeholder engagement in sustainability reporting by Fortune Global 500 companies: a call for embeddedness (2021)
Meditari Accountancy Research
Analisis atas ratusan laporan keberlanjutan Fortune Global 500 menemukan bahwa keterlibatan pemangku kepentingan belum benar-benar tertanam dalam isi laporan tersebut.
Institutional work in making sustainability reporting mandatory in Indonesia through sustainable finance (2025)
Journal of Accounting in Emerging Economies
Studi kualitatif ini menelusuri proses pelembagaan pelaporan keberlanjutan wajib di Indonesia melalui peran aktor institusional dan regulasi POJK 51/2017.
Tri Hita Karana: Balinese local wisdom and its role in the triumph over corruption (2025)
Journal of Accounting & Organizational Change
Penelitian ini menelaah bagaimana filosofi Tri Hita Karana dari Bali dapat berkontribusi pada upaya pemberantasan korupsi dalam kerangka akuntansi.
Dividend policy and residual dividend theory: evidence from Indonesia (2024)
Asian Journal of Accounting Research
Menggunakan data perusahaan publik Indonesia, riset ini menguji teori dividen residual dan menganalisis pengaruh pengeluaran modal terhadap kebijakan pembayaran dividen.
Catatan Redaksi
Riwayat pendidikan Putu Agus Ardiana memuat dua gelar master dari dua negara berbeda sebelum ia menempuh studi doktoral di Durham University. Gelar pertama diperoleh dari Universitas Udayana dalam bidang Manajemen dan gelar kedua dari The University of Adelaide dalam bidang Accounting. Jalur pendidikan lintas sistem inilah yang tampaknya menjadi fondasi kemampuannya dalam menempatkan isu pelaporan berkelanjutan Indonesia ke dalam percakapan akademis global.
Penutup
Riset Putu Agus Ardiana bergerak di wilayah pertemuan antara standar akuntansi global dan konteks lokal Indonesia. Pertanyaan yang ia teliti tentang kualitas sustainability reporting dan peran kearifan lokal dalam tata kelola relevan bagi siapa pun yang ingin memahami bagaimana perusahaan beroperasi di tengah masyarakat. Karya-karyanya memberi kontribusi dalam diskusi akuntansi yang semakin menekankan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.
Referensi
- PDDIKTI Kemdiktisaintek
- SINTA Kemdiktisaintek (ID: 6755944)
- OpenAlex